Rohatil athyaru tasydu, bi layaa lil
maulidi,
wa bariqunnu riyabdu, min ma’aani
Ahmadi
Wa bariqunnu riyabdu, min ma’aani
Ahmadi
bi layaa lil maulidi
Abdullah nama ayahnya
Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya
Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia
Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia
Dari Quraisy ternama..
Inilah Kisah Sang Rasul
yang penuh suka duka yang penuh
Suka duka
Dua bulan di kandungan
Wafat ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan
Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada
Disusui Halimah
Enam tahun usianya
Wafat Ibu tercinta
yang penuh suka duka yang penuh
Suka duka
Delapan tahun usia
Kakek meninggalkannya
Abu thalib pun menjaga
Paman paling membela
Saat kecil menggembala
Dagang saat remaja
Umur dua puluh lima
Memperistri Khadijah
yang penuh suka duka yang penuh
Suka duka
Di umur ketiga puluh
Mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu
Hajar aswad mulia
Genap empat puluh tahun
Mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul
Akhir para Anbiya
yang penuh suka duka yang penuh
Suka duka
Kamis, 07 Januari 2016
KISAH ROSUL
Rabu, 06 Januari 2016
SHOLAWAT BADAR
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa thoha rosuulillaah
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa yaasiin habibilaah
Tawasalna bibismillaah
Wabil hadi rosuulillaah2×
Wakulli mujaa hidilillaah
Biahlilbad riya allooh
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa thoha rosuulillaah
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa yaasiin habibillaah
Ilahiasllimil 'ummah
Minal affati waniq mah
Wamin hamin wamin ghummah
Biahlilbad riya allooh
Repote dadi pedagang
Sholate digawe gampang
Opo maneh dagangane laris
Durung sholat ngakune uwis
Repote wong nggarap sawah
Sholate sak wayah wayah
Opo maneh wayahe tandur
Sholate diundur undur
Repote dadi petani
Sholate terkadang lali
Opo maneh wayahe panen
Sholate ora tau kopen
Repote dadi pejabat
Sholate terkadang telat
Opo maneh wayahe rapat
Sholate diloncat loncat
Sholatululloohi malahat hawakib
Alahmad khoiriman rokiban najaaib
Ono bebek podo nglangi ing banyune
Nanging ngorong arep pedot gorokane
Endok cecak podo netes dadi macan
Anak macan dadi ulo do kluyuran
Kaprah gabus podo ngambang ing banyune
Watu item iku kelem sak mestine
Nanging ono gabus podo kelem
Watu item dikon kelem ora gelem
Lanang macak nuli wadon sak walike
Aduh ibu bapak kulo emutake
Wirang ilang turut dalan koyo kewan
Sopo sing ra melu edan ra keduman
Alloohul kafi robbunal kafi
Qoshodnal kafi wajadnal kafi
Likullin kafi kafanal kafi
Wani'mal kafi walhamdilillaah
Bapak NU ibu muslimat
Kakak banser adik fatayat
Ayo podo moco sholawat
Karo NU tiap malem jum'at
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa thoha rosuulillaah
Sholatullooh salaamullooh
'Alaa yaasiin habibillaah
Jumat, 27 Maret 2015
Macam-macam Najis
1. Najis mukaffafah ( riangan )
Najis ini adalah air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan atau minum sesuatu kecuali air susu ibu. Najis ini dapat disucikan dengan cara memercikan air pada benda yang terkena najis.
2. Najis mutawassithoh ( sedang )
Najis ini adalah bangkai binatang darat yang berdarah sewaktu hidupnya, darah, nanah, muntah, kotoran manusia dan binatang, arak. Najis ini dapat disucikan dengan cara membuang najis yang terdapat pada suatu benda kemudian dibasuh dengan air sampai bersih sehingga tidak ada warna, bau dan rasanya.
3. Najis mugholadzah ( berat )
Najis ini adalah air liur dan kotoran anjing atau babi. Najis ini dapat disucikan dengan cara dibasuh dengan menggunakan air mutlak sebanyak tuju kali, dan salah satu diantaranya dengan memakai ( dicampur ) dengan debu yang suci.
Macam-macam Air
1. Air mutlak
Yaitu air yang belum bercampur dengan sesuatu benda lain dan tidak terkena najis. Air ini hukumnya suci dan mensucikan
2. Air musyammas
Yaitu air yang dipanaskan terik matahari dalam tempat logam yang dibuat dari seng atau besi,tembaga,baja,aluminium yang masing-masing benda itu berkarat. Air ini hukumnya makruh. Air musyammas ini suci dan mensucikan tetapi makruh dipakai karena dikawatirkan akan menimbulkan penyakit.
3. Air musta'mal
Yaitu air yang sudah dipakai untuk bersuci. Air ini suci tetapi tidak mensucikan, tidak boleh dipakai untuk bersuci. Tetapi kalau belum berubah rasa dan baunya masih tetap suci.
4. Air mustanajis
Yaitu air yang sedikit atau banyak yang terkena najis sehingga berubah rasa, warna dan baunya. Air itu hukumnya najis, tidak boleh diminum, tidak sah dipergunakan untuk wudhu, mandi atau mensucikan benda yang terkena najis. Apabila air itu banyak ( dua qullah atau lebih) walaupun terkena najis tetapi tidak berubah salah satu sifatnya, hukumnya tetap suci dan mensucikan.
Rabu, 20 Agustus 2014
Lailatul ijtima'
Lailatul Ijtima’
Bagi Orang NU, menyelenggarakan pertemuan
tiap bualan itu biasa. Pertemuan itu
dinamakan Lailatul Ijtima’. Lailah artinya
malam, dan ijtima’ artinya pertemuan. Artinya
sebuah ”pertemuan malam" yang
diselenggarakan di setiap bulan.
Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai yang
akhirnya menjadi kebiasaan orang-orang NU
atau pengurus NU. Acara ini dimanfaatkan
untuk membahas, memecahkan dan
mencarikan solusi atas problem organisasi,
mulai masalah iuran, menghadapi Ramadlan,
Tarawih, menentukan awal Ramadlan, sampai
menjalar ke masalah-masalah umat yang
berat.
Lailatul Ijtima’ ini adalat ditemui mulai dari
tingkat pengurus ranting (desa), tingkat
majelis wakil cabang (kecamatan), tingkat
cabang (kabupaten/kota), tingkat wilayah
(provinsi), sampai pengurus besar.
Salah satu pembukaan dalam Lailatul Ijtima’
ini biasanya adalah pembacaan tahlil yang
menjadi ciri khas orang NU, mengirim doa
kepada arwah orang tua, para guru, semua
kaum muslimin dan muslimat, khususnya
para sesepuh pendiri NU yang telah wafat.
Pertemuan semacam ini berdasar pada,
pertama:
ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔِ ﺍﻟﺒُﺨَﺎﺭِﻱ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻭَﺍﻟﺘُّﺮْﻣُﺬِﻱ ﻭَﺍﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲ
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍَﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ
ﻣُﺴْﺘَﺠَﺎﺏٌ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﺟْﺘِﻤَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ . ﻭَﻓِﻲْ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ
ﻣُﺴْﺘَﺠَﺎﺏٌ ﻓِﻲْ ﻣَﺠَﺎﻟِﺲِ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﺧَﺘْﻢِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ . ﻛَﺬَﺍ
ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺤِﺼْﻦِ ﺍﻟْﺤَﺼِﻴْﻦِ
Dari riwayat Bukhori, Muslim, Turmudzi, dan
Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda: Doa
mustajab (dikabulkan) itu ketika berkumpulnya
kaum muslimin. Di sebuah riwayat lain
disebutkan: Doa mustajab itu ada di majels
dzikir dan khataman Al-Qur-an. Demikian
seperti dumuat dalam kitab Al-Hisnul Hasin.
(Khozinatul Asror, hlm 140 )
Dalil kedua:
ﻭَﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺃﻥَّ ﺍْﻟﻤُﺆْﻣِﻦَ ﺇِﺫﺍَ ﺍﺷْﺘَﻐَﻞَ ﻓِﻲْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟَّﻴْﻠَﺔِ
ﺍﻟْﺨَﺎﺻَّﺖِ ﺑِﺄّﻧْﻮَﺍﺀِ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺘِّﻠَﺎﻭَﺓِ ﻭَﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ
ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻜْﺮَﻩُ
Orang-orang mukmin jika menyelenggarakan
malam yang khas itu dan mengisinya dengan
berbagai kegiatan seperti shalat, membaca Al-
Qur’an, dzikir, dan doa, hukumnya boleh-boleh
saja, tidak makruh. (Durratun Nasihin, Hlm
204)
Dalil ketiga,
ﺍَﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓُ ﻫُﻮَ ﻓِﻌْﻞُ ﺍﻟْﻤُﻜَﻠَّﻒِ ﻋَﻠَﻰ ﺧِﻠَﺎﻑِ ﻫَﻮَﻯ ﻧَﻔْﺴِﻪِ
ﺗَﻌْﻈِﻴْﻤًﺎ ﻟِﺮَﺑِّﻪِ
Ibadah adalah pekerjaan mukallaf melawan
hawa nafsu demi mengagungkan asma Allah.
(At-Ta’rifat lis Sayyid Ali bin Muhammad al-
Jurjani, hlm. 128)
KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak,
Yogyakarta.
Tulisan ini dimuat di salah satu buku penulis
tentang "Tradisi Orang-orang NU”
Sabtu, 16 Agustus 2014
PRASETIA PAGAR NUSA
Kami pesilat LPS NU PAGAR NUSA sanggup melakukan
1. Bertaqwa kepada Allaah Subhanahu Wata'ala
2. Berbakti kepada Nusa dan Bangsa
3. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
4. Mempertahankan kebenaran dan mencegah kemungkaran
5. Mempertahankan faham Ahlussunnah Wal jama'ah
Rabu, 13 Agustus 2014
LDKP-Pencak Silat NU Pagar Nusa
Pencak SILAT NU Pagar Nusa, sebagai Badan Otonom ahdlatul Ulama dibentuk dan didirikan oleh para pendirinya tgl: 12 Muharam 1406 H, bertepatan dengan 27 September 1985 M, dipondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Pencak Silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan pondok pesantren. Kyai atau Ulama pengasuh pondok pesantren selalu melengkapi dirinya dengan ilmu pencak silat, khususnya aspek tenaga dalam atau karomah yang dipadu dengan beladiri. Pada saat itu seorang Kyai juga menjadi pendekar pencak silat.
Pada tgl : 12 Muharam 1406 H, bertepatan tgl : 27 September tahun 1985 M, berkumpulah para Ulama dan para Pendekar dipondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur untuk musyawarah dan sepakat membentuk suatu wadah yang khusus mengurus pencak silat Nahdlatul Ulama. Yang dihadiri tokph-tokoh pencak silat dari Jombang, Ponorogo, Pasuruan, Nganjuk dan Kediri. Pada musyawarah berikutnya diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada tgl : 3 Januari 1986.
Hadir dalam musyawarah tersebut para tokoh Pencak Silat antar lain, Utusan dari PWNU Jawa Timur yaitu Kyai Bukhari Susanto dan Kyai Suhar Billah, SH, LLT. Kyai Bukhari Susanto berasal dari Kabupaten Lumajang, sedangkan Kyai Subar Billah, SH, LLT, dari Pondok Pesantren AN-NAJIYAH Sidoresmo Surabaya.
Dalam musyawarah tersebut disepakati susunan pengurus harian Jawa Timur merupakan embrio pengurus pusat sebagai berikut :
Ketua Umum : KH. Agus Maksum Djauhari
Sekertaris : Drs. H. Fu'ad Anwar
Ketua Harian : KH. Drs. Abdur Rahman Ustman
Ketua 1 : H.Subar Billah, SH, LLT
Sekertaris : Drs. H. Fu'ad Anwar
Sekertaris 1 : Drs. H. Kuncoro
Sekertaris 2 : Ashar Lamro